Selasa, 08 Desember 2015

Terima kasih..
adalah kata-kata yang takkan terhapus dalam buku kehidupan ini..

Tiada satu hari tanpa "terima kasih"
semua yang bisa terlewati hari hanya karena Kasih, Cinta, Penyertaan, Pendewasaan, PenyempurnaanNya :)

Walaupun dunia semakin jahat,
semakin lama, manusia tidak terlihat seperti manusia.
Saling memakan sesamanya.
Saling mencekam dan mau menjatuhkkan satu sama lain.
Saling tidak menghargai dan tidak mengerti apa artinya mengasihi..
Namun, tetaplah berdiri di atas batu karang yang teguh, yang tidak akan pernah berubah walaupun badai menerpa atau apapun terjadi..

Hidup ini tidak lama,
seberapa senang?
seberapa sukacita?
seberapa bahagia?
even if life keeps going on smoothly, there is a time, that we have to loose everything we have.
so, stand up!

Hiduplah benar, mengetilah bahwa hidup ini hanya untuk menyenangkan hatiNya, hanya untuk persiapan masuk ke NegeriNya.
Dipersiapkan untuk masuk ke pemerintahanNya.
Pernahhkan berpikir untuk apa hidup jika hanya untuk sekolah, kuliah, lalu bekerja, lalu menikah, punya anak, menjadi tua selagi membina anak, lalu anak sekolah, kuliah, lalu bekerja, lalu anak menikah, lalu punya  cucu, lalu membina cucu, lalu what's next?
hidup berakhir?
hanya sebatas itu kah?
hanya berputar di siklus kehidupan yang sangat terlimiti?

Memang tidak mudah untuk keluar dari semua cara berpikir yang telah lama kita miliki,
sudah terlalu lama kita berpikir dengan cara berpikir seperti itu,
"hidup ikut-ikut orang lain".
Padahal, hidup bukan seperti itu,
banyak hal lain yang harus kita explore, dan mengerti.
Masih banyak job yang harus dilakukan.

Taukah apa hidup itu?
taukah kenapa manusia diciptakan Tuhan?
kenapa Pebe ada di bumi ini? dengan asal Palembang? kenapa kalian ada disini?
bukan tanpa alasan!
ada sesuatu karya yang harus kalian salurkan.
kita hanya alatNya untuk meneruskan atau melakukan pekerjaanNya.
So, jika kita masih bernafas pagi ini, masih bisa merasakah hal yang ada di bumi ini, ini bukan hanya untuk kita nikmati, hidupi untuk besok, tapi ini hanya untuk menyenangkan hatiNya.

HatiNya

Memang sulit untuk mengerti, apalagi jika kita lihat sekitar kita, melihat orang-orang remaja yang beranjak dewasa.
mereka mencari apa itu "hidup", bagaimana "hidup" yang benar itu.
Mereka dibentuk oleh lingkungan yang membuat mereka tidak jauh berbeda dengan orang tuanya.
Hidup kembali di siklus hidup itu.
Memang sejenak, dan selintas,mereka seperti orang yang beruntung, bahagia, dan bahkan kadang hal itu membuat  aku berpikir "apakah ini hidup yang benar?".
Tapi, jika direnungkan dan dipikirkan lebih dalam, 
ternyata jawaban yang tepat adalah tidak.

Hidup bukan untuk seperti itu.
Sering, dilema seperti ini muncul kembali.
Ingin menjadi seperti mereka, INGIN.
tapi, setelah dipikirkan kembali,
itu tidak benar.
Kenapa takut untuk berbeda dan berdiri di gunung bagi yang benar?
kenapa takut untuk menghadapi hidup yang semakin jahat dengan cara hidup yang semakin benar?

tidak. tidak boleh ada ketakutan.
hanya ada boleh 1 ketakutan, yaitu kalo aku melukai hati Tuhan dan aku tidak menyadarinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar